Mengenal Bagian-Bagian Paru-Paru Sebagai Organ Pernapasan

3 min read

Mengenal Bagian-Bagian Paru-Paru Sebagai Organ Pernapasan

Paru-paru merupakan salah satu organ pernafasan paling vital dalam tubuh manusia. Tubuh kita memiliki sepasang paru-paru yang bekerja satu sama lain pada sistem pernafasan. Bagian-bagian paru-paru memiliki peran dan fungsi yang spesifik. Gangguan pada paru-paru akan menyebabkan kondisi penyakit yang serius. Biasanya bersifat kronis dan tak jarang yang berujung pada kematian.

Organ paru-paru juga termasuk dalam salah satu bagian dari organ ekskresi tubuh, sebab organ inilah yang membuang limbah karbon dioksida dari dalam tubuh. Paru-paru manusia yang terdiri dari sepasang tersebut memiliki berat yang berbeda. Sebelah kanan beratnya mencapai 620 gram sementara paru-paru sebelah kiri lebih ringan yakni 560 gram. Kedua bagian ini dipisahkan oleh organ jantung dan yang lainnya.

Bagian-Bagian Paru-Paru dan Fungsinya

Sepasang organ vital dalam tubuh manusia ini memiliki struktur dan fungsi yang cukup kompleks. Dengan memahami hal ini akan membantu Anda mengetahui kondisi apabila terdapat gangguan pada salah satu bagian tersebut. Berikut ini bagian-bagian organ paru-paru:

Bronkus

Bronkus merupakan bagian batang berbentuk cabang yang menghubungkan antara bagian trakea (tenggorokan) dengan paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Bronkus ini tersusun dari lapisan mukosa, tulang rawan, dan otot polos. Tulang rawan ini berfungsi sebagai rangka dari bronkus. Lendir memiliki fungsi yang sama dengan lendir di hidung, yakni menangkap masuknya partikel berbahaya yang dapat menyerang tubuh. Otot polos sendiri berfungsi untuk membantu kita bernafas tanpa disadari.

Bronkus memiliki cabang-cabang halus yang disebut dengan alveolus. Dinding alveoli ini memiliki banyak sekali kapiler pembuluh darah yang berfungsi untuk tempat oksigen dari udara dan akan berdifusi ke dalam darah. Di alveolus ini juga lah pertukaran gas karbon dioksida dan oksigen terjadi.

Bronkiolus

Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus yang berujung pada alveolus. Merupakan jalan masuknya udara menuju ke bagian alveolus tersebut. diameter bronkiolus sebesar 1 mm, dan bisa mengecil menyesuaikan dengan tekanan udara yang masuk ke bagian ini. Saat diemeter membesar, kondisi ini disebut bronkodilasi dan dirangsang oleh hormon epineprine dan saraf simpatik. Sementara pada kondisi menyempit disebut bronkokonstriksi dan dirangsang oleh histamin dan saraf parasimpatis.

Alveoulus

Paru-paru sebagian besarnya diisi oleh alveolus yang berbentuk gelembung-gelembung udara dengan diameter 0,2-0,3 mm. Jumlah total alveolus dalam tubuh manusia mencapai 700 juta buah, dan apabila paru-paru manusia dibentangkan, maka luasnya akan mencapai 90m persegi.

Bagian ini sangat vital dalam paru-paru karena merupakan tempat pertukaran antara oksigen dan karbon dioksida yang dikeluarkan. Ukuran alveolus sendiri berbeda-beda tergantung letak dan posisinya. Alveolus tersusun atas sel-sel epitel dan endotelium.

Pleura

Pleura merupakan bagian yang berbentuk selaput pembungkus dan pelindung paru-paru dari gesekan selama proses respirasi berlangsung. Bagian ini terdiri dari dua lapisan, yakni pleura visceral yang merupakan bagian dalam dan pembungkus paru-paru secara langsung. Bagian yang lain adalah pleura parietal, yakni selaput bagian luar yang menempel pada rongga dada.

Secara rinci, pleura memiliki fungsi antara lain, sebagai kantong tempat organ paru-paru berada, bekerja menukar oksigen dari udara dengan gas karbondioksida yang ada di dalam darah, memiliki fungsi mekanis sebagai penerus tekanan negatif thoraks ke dalam paru-paru. Bagian Pleura fluid pula berfungsi sebagai pembungkus paru paru dan juga melindungi paru paru dari tekanan luar.

Trakea

Trakea atau tenggorokan juga masuk dalam organ paru-paru. Bagian ini berfungsi untuk menghubungkan laring dan bronkus. Trakea tersusun atas jaringan tulang rawan yang dilapisi dengan sel bersilia. Silia pada bagian ini berfungsi untuk menyaring udara dari kotoran-kotoran sebelum masuk ke bagian paru-paru dalam.

Diafragma

Diafragma merupakan bagian sekat berupa otot yang berserat dan membatasi antara rongga dada dan perut. Diafragma tersusun atas otot, pembuluh darah, serta saraf yang disebut dengan saraf frenikus. Bagian ini berfungsi untuk proses menarik dan mengeluarkan nafas. Kontraksi diafragma sangat menentukan proses pernafasan apakah berjalan normal atau tidak. Pada saat udara masuk, diafragma akan mengembang, dan pada saat udara masuk ke rongga, tekanan diafragma akan menurun.

Bagian diafragma ini juga berfungsi sebagai pencegah terjadi  refluks gastroesofageal, yakni naiknya asam lambung ke kerongkongan yang dapat memicu terjadinya mual pada penderita maag.

Bernafas yang baik adalah dengan mengembangkan diafragma, bukan dada. Bila kita bernafas menggunakan diafragma, akan membantu bentuk paru-paru yang lebih besar dan mengembang sehingga udara yang masuk ke dalam akan lebih banyak. Bernafas dengan diafragma ini bisa dilatih, caranya dengan tidur berbaring telentang. Letakkan satu tangan di bagian perut dan tangan yang lain di bagian dada.

Lobus

Lobus pada paru-paru berfungsi untuk mencegah terjadinya penyebaran infeksi. Bagian paru-paru kanan memiliki 3 lobus, sedangkan paru-paru kiri hanya terdiri dari 2 lobus. Karena alasan inilah mengapa berat paru-paru sebelah kanan lebih berat dibandingkan sebelah kiri. Lobus paru-paru kanan terdiri dari lobus superior, lobus tengah, dan lobus inferior. Lobus tengah merupakan lobus paling kecil yang ada di paru-paru kanan.

Sementara pada paru-paru kiri, hanya terdiri dari lobus superior dan inferior saja. Sehingga ukuran paru-paru sebelah kiri pun lebih ringan dibanding yang kanan. Semua lobus berperang dalam pertukaran antara oksigen dan karbon dioksida yang dihasilkan.

Semua bagian-bagian organ paru-paru tersebut bekerja secara berkesinambungan. Namun karena berbagai faktor terkadang bagian-bagian ini dapat mengalami gangguan yang berefek pada kesehatan paru-paru seseorang. Masalah paru-paru umumnya terjadi secara kronis dan cukup sulit untuk disembuhkan.

Fungsi paru-paru dalam tubuh juga sebagai reservoir darah yang ada. Volume darah paru jumlah rata-ratanya  sekitar 450 mililiter, dan merupakan 9 persen dari total volume darah yang ada dari seluruh sistem peredaran darah. Ini berarti organ paru-paru menjadi organ yang juga sangat penting dalam sistem sirkulasi darah di tubuh manusia.

Kerusakan pada paru-paru akan menyebabkan buruknya udara yang diterima oleh tubuh. Ketakmampuan bagian paru-paru menyaring udara kotor dan melawan infeksi biasanya menjadi penyebab awal masalah organ paru-paru. Kasus masalah asap kebakaran hutan yang melanda kawasan Sumatera dan Kalimantan telah mengakibatkan gangguan kronis pada sistem pernafasan semua usia di daerah tersebut. Termasuk janin yang ada dalam kandungan ibu yang sedang hamil.

Bagian-bagian paru-paru satu sama lain memiliki peranan yang penting untuk kesehatan dan proses respirasi pada tubuh. Salah satu hal yang bisa dilakukan manusia untuk menjaga kesehatan paru-parunya adalah menghirup udara yang bersih dan terbebas dari racun-racun berbahaya seperti asap kendaraan, asap rokok, asap kebakaran hutan dan sebagainya. Sayangi paru-paru Anda untuk kesehatan dan kehidupan jangka panjang di masa akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *