Ketahui dengan Benar Anatomi dan Fungsi Alat Reproduksi Manusia

3 min read

Ketahui dengan Benar Anatomi dan Fungsi Alat Reproduksi Manusia

Alat reproduksi manusia merupakan pembahasan yang tabu pada beberapa kalangan orang tua. Padahal informasi mengenai hal ini haruslah dimiliki oleh anak dengan baik dan benar. Sehingga, hingga dewasanya anak akan memahami bahwa sangatlah penting untuk menjaga kesehatan alat reproduksi sehingga tidak akan terjadi penyakit yang tidak diinginkan.

Berikut akan tersaji informasi singkat mengenai anatomi dan fisiologi alat reproduksi manusia pada pria dan wanita, serta tambahan informasi mengenai menjaga kesehatan dan kebersihan alat reproduksi secara baik dan benar. Selamat membaca!

Anatomi dan Fungsi Alat Reproduksi Manusia (Pria)

Pada pria alat reproduksi terdiri atas bagian luar yakni penis dan skrotum, dan bagian dalam yakni testis, epididymis, vas deferens dan kelenjar kelamin. Berikut akan dijelaskan dengan detail mengenai anatomi dan fungsi alat reproduksi pada pria:

1. Penis

Penis berasal dari kata phallus (ekor), merupakan bagian paling luar dari alat reproduksi manusia khususnya pria. Penis memiliki jaringan erektil yang besar, memiliki pembuluh darah besar serta banyak dan mampu beranastomosa atau berubah ke bentuk yang lebih besar karena adanya jaringan erektil yang besar.

Terdapat 3 bagian jaringan erektil yang menyusun penis, yakni korpus kavernosa sebagai jembatan penghubung antar jaringan. Korpus spongiosum yang mengelilingi uretra atau saluran kemih serta gland penis yang berada pada ujung penis. Gland penis adalah kulup penis yang lebih baik dihilangkan dengan proses sunat untuk menjaga kesehatan alat reproduksi pria.

Penis berfungsi sebagai alat senggama yakni sebagai saluran sperma. Selain itu juga sebagai sarana atau saluran pembuangan air seni dari proses berkemih yang diproduksi oleh ginjal. Air seni yang tidak dapat dikeluarkan melalui penis akan menumpuk dan menghambat proses berkemih.

Penis dapat dibersihkan dengan menggunakan air mengalir dan sabun. Pastikan gland penis terbasuh dengan air dan kotoran yang menumpuk dalam gland penis selalu dibersihkan untuk menghindari sumbatan ketika berkemih. Area gland penis merupakan area yang sangat mudah terinfeksi oleh bakteri penyebab penyakit menular seksual.

2. Skrotum

Skrotum adalah pembungkus dan pelindung testis. Terdiri dari dua bagian, kanan dan kiri dibatasi oleh jaringan ikat dan jaringan otot yang membantu skrotum untuk bergerak mengendur ketika cuaca lingkungan panas maupun mengerut ketika lingkungan dingin.

Fungsi utama dari skrotum adalah melindungi testis dan memberikan ruangan bagi testis untuk bergerak. Skrotum juga mengatur suhu testis supaya tetap dalam suhu yang stabil sehingga testis dapat memproduksi sperma dengan kualitas yang baik.

3. Testis

Testis termasuk pada bagian dalam organ reproduksi pria. Memiliki bentuk oval, berjumlah sepasang yakni bagian kiri dan kanan. Testis merupakan organ yang bertugas sebagai produksi dan penghasil spermatozoa, yakni sel kelamin jantan.

Testis juga memproduksi testosteron, yakni hormon pria. Pada pria yang berusia baligh, hormon testosteron akan mempengaruhi pertumbuhan rambut pada area wajah, ketiak dan kelamin pria. Juga akan mempengaruhi perubahan suara pria.

4. Epididimis, Vasdeferens dan Kelenjar Kelamin

Epididimis merupakan saluran berkelok di dalam testis. Memiliki fungsi pematangan sperma serta pengangkutan sperma sebelum dialirkan menuju uretra untuk dikeluarkan ketika proses senggama. Seperti halnya epididimis, vasdeferens merupakan saluran penghubung epididimis dengan uretra. Saluran ini juga sebagai penampung dan pematangan sperma.

Kelenjar kelamin sendiri pada pria terdiri atas 3 bagian antara lain vesikula seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar bulboutetra. Vesikula seminalis berfungsi memproduksi dan sekresi cairan sperma, sehingga cairan sperma bersifat basa. Kelenjar prostat berada di bawah kandung kemih dan dikuti dengan kelenjar bulboutetra yang berfungsi sebagai penghasil lendir, pelindung sperma dari lingkungan asam.

Anatomi dan Fungsi Alat Reproduksi Manusia (Wanita)

Berbeda dengan alat reproduksi pria. Alat reproduksi wanita lebih banyak berada pada organ dalam. Pada bagian luar terdiri atas labia mayora, minora, vestibulum dan hymen. Serta bagian dalam terdiri atas vagina, uterus atau rahim, tuba faloopi, ovarium dan ovary atau sel telur. Berikut akan dijelaskan dengan detail anatomi dan fungsi dari alat reproduksi wanita:

1. Labia Mayora, Labia Minora, Vestibulum dan Hymen

Labia mayora dan labia minora adalah bagian terluar dari kemaluan wanita. Termasuk ke dalam organ mons veneris/pubis yang berfungsi sebagai perlindungan pada tulang kemaluan. Terdiri atas jaringan lemak dan sedikit otot. Berbentuk seperti bibir, labia minora terletak lebih dalam dari labia mayora.

Vestibulum adalah lubang kecil di bawah vagina, organ ini merupakan saluran tempat keluarnya kencing. Sedangkan hymen sendiri adalah selaput dara yang melindungi lubang vagina. Keempat organ inilah yang wajib untuk dijaga kebersihannya menggunakan air mengalir dan sabun.

Hindari menggunakan pembersih kewanitaan kimiawi yang berlebihan, menggunakan bedak ataupun menggunakan pantyliner secara terus menerus. Karena secara alami daerah kewanitaan terluar pada wanita memiliki flora normal yang melindungi dari infeksi maupun penyakit yang tidak diinginkan.

2. Vagina

Vagina merupakan penghubung rahim dengan bagian bagian luar alat reproduksi wanita. Panjangnya sekitar 8 hingga 10 cm. Vagina memiliki sifat yang asam, akibat adanya bakteri bacillus yang memproduksi asam laktat dalam vagina. Kondisi asam ini juga melindungi rahim dari invasi bakteri yang berbahaya bagi kesehatan alat reproduksi wanita.

Vagina berfungsi sebagai jalan keluarnya bayi. Organ ini juga merupakan tempat senggama, sehingga banyak syaraf dan serat otot pada dinding vagina. Vagina juga tempat pengeluaran darah ketika seorang wanita menstruasi setiap bulannya.

Secara alamiah vagina akan membersihkan dindingnya dengan produksi asam laktat, dan dengan proses keputihan. Sehingga tidak perlu memasukkan sabun atau zat apapun ke dalam vagina untuk menjaga kebersihan organ ini.

3. Rahim atau Uterus

Rahim atau uterus merupakan lapisan otot yang elastis dan kuat. Merupakan tempat bertumbuh kembangnya janin, sehingga dapat berkembang dan menopang janin pada saat kehamilan. Dinding dalam rahim dapat meluruh setiap bulannya menjadi darah menstruasi ketika tidak ada pembuahan sel telur oleh sperma.

4. Tuba Faloopi

Tuba faloopi merupakan saluran yang berfungsi menghubungkan ovarium atau tempat produksi sel telur kepada rahim. Uungnya seperti jari sehingga disebut fimbriae, berfungsi menangkap sel telur yang dilepaskan oleh ovarium.

Pembuahan oleh sel sperma terjadi pada tuba faloopi, kemudian proses pembuahan dilanjutkan dalam rahim. Kelainan pada tuba faloopi antara lain kehamilan ektopik atau sel telur yang terbuahi gagal disalurkan menuju rahim. Penyakit radang atau infeksi panggul dan endometriosis atau kondisi kesalahan tumbuh jaringan pada tuba faloopi.

5. Ovarium dan Ovum

Ovarium merupakan tempat produksi dari ovum atau sel telur wanita. Ovarium juga penghasil hormone kewanitaan yakni progesteron dan estrogen yang berfungsi dalam proses kesuburan wanita, menyiapkan lapisan rahim untuk kehamilan serta membentuk lapisan pelindung bagi plasenta.

Selain kedua hormon tersebut, terdapat juga luteinizing hormon yang diproduksi dan berfungsi sebagai pengatur dan pematang sel telur. Juga berfungsi sebagai pengatur siklus menstruasi pada wanita.

Telah tersaji informasi mengenai alat reproduksi manusia yakni pria dan wanita. Menjaga kesehatan dan kebersihan organ ini merupakan kewajiban dan keharusan. Perilaku seks bebas harus dihindari, karena dapat menyebabkan terjadinya penyakit menular seksual yang berbahaya dan bahkan mengancam kehidupan. Semoga artikel ini bermanfaat, dan jagalah kesehatan diri dan alat reproduksi Anda dari sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *