Inilah Beberapa Penyebab Muntah Darah yang Wajib Anda Ketahui

3 min read

Inilah Beberapa Penyebab Muntah Darah yang Wajib Anda Ketahui

Muntah darah dapat terjadi pada siapa saja, dari usia bayi hingga usia dewasa maupun lansia. Dalam bahasa medis, muntah darah dikenal dengan istilah hematemesis. Muntah darah tentu saja berbeda dengan batuk darah. Karena muntah darah terjadi pada saluran pencernaan atas. Sedangkan batuk darah terjadi pada saluran pernafasan.

Cukup mudah untuk membedakan muntah darah dan batuk darah berdasarkan volume darah yang dimuntahkan serta warna darah. Berikut akan dibahas mengenai berbagai penyebab muntah darah, serta penanganan tepat untuk anggota keluarga yang mengalami muntah darah. Let’s start to read!

Penyebab Umum Terjadinya Muntah Darah

Telah disebutkan sebelumnya bahwa muntah darah dapat terjadi pada siapa saja. Baik usia bayi maupun usia dewasa. Karakteristik muntah darah yang paling membedakan dengan batuk darah adalah volume dan warna darah yang dimuntahkan.

Pada batuk darah, volume darah yang dibatukkan tidak akan sebanyak volume darah ketika terjadi muntah darah. Warnanya pun biasanya akan berwarna merah terang atau merah muda. Menandakan bahwa darah yang keluar dari saluran pernafasan tersebut adalah darah yang banyak mengandung oksigen.

Pada muntah darah, volume akan lebih banyak daripada batuk darah. Warnanya pun akan berwarna hitam, karena darah yang dikeluarkan melalui muntah darah telah tercampur dengan asam lambung. Jika darah hitam banyak dikeluarkan melalui mulut seseorang, maka dapat dipastikan telah terjadi robek pembuluh darah di dalam saluran pencernaan.

Muntah darah terjadi pada area pencernaan atas (upper gastrointestinal bleeding) yakni area mulut, kerongkongan hingga lambung ataupun pada area pencernaan bawah (lower gastrointestinal bleeding) yakni usus halus, usus besar hingga area anus atau anal.

Berikut akan disebutkan beberapa penyebab umum atau berbagai penyakit yang ditandai dengan terjadinya muntah darah. Baik pada pasien bayi hingga dewasa dan lansia. Antara lain:

1. Stress Gastritis

Stress gastritis merupakan salah satu penyakit yang dapat mengakibatkan perdarahan pada saluran pencernaan atas dan mengakibatkan muntah darah. Gastritis merupakan sebuah kondisi terlukanya mukosa lambung akibat asam lambung meningkat yang diakibatkan oleh stress.

Stress fisik maupun stress psikologis dapat menjadi penyebab terjadinya gastritis kronis yang berujung pada muntah darah. Muntah darah yang terjadipun khas, dikenal dengan istilah coffee ground vomitus. Yakni terdapat gumpalan darah berwarna hitam yang dimuntahkan bersamaan dengan isi lambung.

Tidak hanya muntah darah yang dapat terjadi ketika seseorang mengalami kondisi ini. Melena atau kondisi buang air besar yang berwarna hitam, akibat terjadi perdarahan dalam saluran pencernaan dapat mengikuti terjadinya stress gastritis.

2. Esophagitis

Esophagitis merupakan sebuah kondisi infeksi pada daerah esophagus. Esophagus dikenal juga dengan kerongkongan, yakni saluran yang menghubungkan antara mulut dengan lambung. Selain infeksi, perdarahan dapat terjadi pula akibat adanya keganasan pada area kerongkongan ini yang menjadi pemicu muntah darah.

3. Peptic Ulcer Disease

Hampir sama dengan gastritis. Peptic ulcer disease merupakan sebuah kondisi terlukanya dinding lambung atau dinding usus halus bagian atas akibat infeksi dari Helicobacter pylori (H. pylori) ataupun penggunaan jangka panjang obat-obatan seperti aspirin, ibuprofen atau asam mefenamat.

Muntah darah bukanlah gejala utama dari penyakit ini. Namun jika telah terjadi secara kronis, selain rasa terbakar pada area perut muntah darah berwarna merah atau kehitaman dapat terjadi. Selain itu juga akan terjadi kesulitan dalam pernafasan, penurunan berat badan dan perubahan pola dan nafsu makan.

4. Esophageal Varices

Esophageal varices terjadi utamanya pada pasien dengan gangguan pembuluh darah pada organ hati. Normalnya darah yang akan mengalir masuk ke hati dan dikeluarkan menuju jantung untuk diolah dan digantikan dengan oksigen dengan lebih banyak. Namun, pada kasus esophageal varices darah tidak dapat memasuki hati dengan optimal.

Hal ini disebabkan karena organ hati mengalami pembengkakan, infeksi atau terdapat sumbatan akibat luka atau lemak. Sehingga darah mencari jalan menuju pembuluh darah lain yang lebih kecil di area esophagus dan pembuluh ini lebih rentan pecah. Tentu saja jika hal ini terjadi, maka akan mengancam nyawa penderitanya.

Tidak hanya muntah darah yang dapat terjadi, pada beberapa kasus esophageal varices bahkan seseorang dapat mengalami kehilangan kesadaran dan pingsan. Jika Anda atau keluarga memiliki riwayat sakit hepatitis atau infeksi hati, maka wajiblah waspada akan kondisi ini.

5. Gastric Varices

Seperti halnya esophageal varices, gastric varices terjadi ketika pembuluh darah yang seharusnya memasuki hati mengalami penyempitan atau kebuntuan. Sehingga darah mencari pembuluh darah alternatif lain yakni pada area gastric atau lambung.

Kondisi ini biasanya juga akan diperparah jika Anda atau pasien memiliki riwayat tekanan darah atau tensi darah yang melebihi batas normal (hipertensi). Pembuluh darah akan rentan mengalami pecah. Sehingga muntah darah akan terjadi.

6. Intusepsi

Intusepsi merupakan sebuah kondisi dimana terlipatnya usus kepada bagian usus yang lain. Lebih sering terjadi pada bayi berusia 6 bulan hingga 1 tahun. Muntah dan berak darah lebih sering terjadi pada bayi yang mengalami kondisi ini.

Selain itu, bayi akan tampak sering rewel dan menangis kesakitan. Akan nampak pula benjolan menyerupai sosis pada area perutnya. Hal ini terjadi karena sisa ampas makanan yang memasuki saluran pencernaan bayi tidak dapat disalurkan karena tersumbat oleh bagian usus yang terlipat.

Tidak ada intervensi lain yang dapat dilakukan selain dengan pembedahan dan rekonstruksi kembali usus. Pemijatan pada area perut adalah sering menjadi penyebab utama terjadinya intusepsi pada bayi.

7. Polip Usus

Polip usus merupakan sebuah kondisi timbulnya benjolan yang tumbuh pada mukosa atau lapisan dalam usus. Polip usus tidak berbahaya pada beberapa kasus, namun polip ini dapat beresiko menjadi kanker usus dan menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan segera.

Meski muntah darah jarang terjadi pada kasus polip usus. Namun jika polip ini berukuran semakin besar, maka pembuluh darah dapat mengalami pecah dan perdarahan. Seseorang bahkan dapat muntah disertai dengan berak dan darah akibat terjadinya reflux karena kondisi polip usus yang membesar.

Selain itu akan terjadi pula perdarahan saat buang air besar, berubahnya jadwal buang air besar karena konstipasi atau diare selama seminggu penuh. Perubahan warna kotoran atau feces dan terjadinya anemia kurang zat besi.

Faktor kebiasaan serta pola hidup dan makan yang tinggi lemak dan kurang serat, serta rendah aktivitas fisik memicu terjadinya polip usus yang mengarah pada kanker usus.

Demikian setelah Anda mengetahui berbagai penyebab muntah darah, maka mulailah hidup sehat dengan menghindari merokok, alkohol, stress berkepanjangan dan memakan makanan yang terlalu pedas. Cegahlah infeksi dengan rajin mencuci tangan, mencuci buah dan sayuran serta daging yang akan dimasak serta memastikan memasak makanan hingga matang.

Menjaga berat badan ideal serta konsumsilah makanan yang tinggi serat dan rendah lemak untuk menghindari terjadinya resiko perdarahan dan muntah darah akibat saluran pencernaan yang terluka. Terakhir, jika kondisi ini terjadi pada anggota keluarga segera bawalah ke pelayanan gawat darurat terdekat untuk mendapatkan terapi cairan pengganti perdarahan dan penanganan lebih lanjut. Semoga artikel ini bermanfaat, salam sehat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *