Dampak Buruk Sering Memarahi Anak yang Wajib Orang Tua Ketahui!

1 min read

Dampak Buruk Sering Memarahi Anak yang Wajib Orang Tua Ketahui!

Anak merupakan titipan Allah SWT., yang wajib dilindungi dan dipelihara. Masa depan anak saat masih kecil merupakan tanggungjawab orang tua. Segala sesuatu aktivitas yang bernilai positif harus didukung dengan baik. Tetapi jika anak melakukan sesuatu yang bernilai negatif jangan segera memarahi habis-habisan.

Anda perlu menasehatinya terlebih dahulu agar anak tidak terpengaruh hal buruk akibat dimarahi oleh orang tua. Perlu diketahui bahwa memarahi anak akan membawa dampak buruk bagi anak.

Semua orang tua tentu menginginkan anaknya tetap baik-baik saja bukan? Maka dari itu Anda juga harus tahu bagaimana cara mengarahkan anak ke jalan yang benar setelah melakukan kesalahan. Ketika orang tua memarahi anak mungkin bermaksud agar anak menjadi menurut dan tidak melakukan kesalahan lagi. Namun dengan memarahi anak bahkan bisa membuat anak menjadi lebih buruk. Berikut di bawah ini beberapa dampak buruk sering memarahi anak yang wajib diketahui.

Anak Mengalami Gangguan Mental

Siapa sangka hanya dengan memarahi anak bisa membuat mental anak menjadi lebih lemah? Anak yang terlalu sering dimarahi akan membuat anak menjadi trauma dan takut kepada orang tua. Takut dalam arti tidak mau bertemu dan tidak mau membuka mulut untuk mengobrol. Agar anak tidak mengalami hal buruk tersebut, sebagai orang tua harus sangat berhati-hati saat anak melakukan kesalahan apapun. Jangan terburu-buru memahari dan emosi kepada anak Anda.

Anak Lebih Dekat Dengan Pembantu atau Tetangga

Jika Anda memiliki pembantu rumah tangga di rumah dan Anda sering memarahi anak maka anak Anda justru akan lebih dekat dengan pembantunya. Tetapi jika tidak memiliki pembantu dan tetangga yang sering melindungi anak Anda saat dimarahi. Maka, bisa jadi anak Anda lebih dekat dengan tetangga Anda. Anda akan merasa semakin jauh dengan anak jika terus-terusan memarahinya. Segala sesuatu kesalahan anak memang sudah seharusnya dibicarakan baik-baik tidak perlu dengan emosional.

Anak Tumbuh Menjadi Orang yang Tidak Percaya Diri

Segala kesalahan yang dilakukan oleh anak kemudian langsung dimarahi oleh orang tua maka akan berdampak buruk juga di masa depan. Anak akan tumbuh menjadi orang yang tidak percaya diri ketika melakukan segala sesuatu. Dimanapun dia berada maka akan merasa tidak percaya diri. Baik di sekolah, di lingkungan rumah, maupun di tempat umum. Anak yang tidak percaya diri cenderung lebih pendiam dan tidak mau mencoba hal yang baru yang belum pernah dilakukan.

Anak Memiliki Sikap Egois dan Keras Kepala

Jika segala sesuatu diselesaikan dengan cara memarahi anak. Maka akan berdampak sangat buruk pada anak. Anak Anda akan lebih egois dan keras kepala jika saat besar nanti orang tua masih memarahinya. Anak Anda akan kekeh dengan apa yang dia inginkan dan tidak mendengarkan apa yang orang tua bicarakan. Hal ini akan sangat berpengaruh besar pada masa depan yang akan datang. Jika masa depan anak hancur hanya karena ini maka orang tua yang akan disalahkan.

Memiliki Sifat yang Sangat Tertutup

Anak tidak akan berbicara apapun pada Anda jika Anda sebagai orang tua terlalu sering memarahi anak. Apa yang anak rasakan tidak akan pernah diceritakan oleh siapapun termasuk Anda yang sebagai orang tua. Hal ini dapat membuat anak merasa kesepian dan kurang kasih sayang. Maka dari itu sebelum memarahi anak harus berpikir dahulu agar tidak terjadi hal yang tidak menyenangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *