Cara Menghukum Anak yang Tidak Membuat Anak Tertekan

1 min read

Cara Menghukum Anak yang Tidak Membuat Anak Tertekan

Jika mendengar tentang anak-anak pasti langsung tertuju dengan tingkahnya yang lucu. Namun dibalik tingkat lucu tersebut akan ada keusilan dan kenakalan yang membuat Anda ingin cepat marah. Anak kecil yang dimarahi memang terkesan menyakitkan dan terkesan jahat di mata orang yang melihat.

Mungkin bagi para orang tua juga tidak rela jika anaknya dimarahi karena melakukan suatu kesalahan. Agar anak Anda tidak mengulangi kesalahan dan menyadari telah membuat Anda marah maka Anda perlu menghukum anak dengan cara yang sangat halus.

Bagaimana cara menghukum anak dengan halus? Menghukum seseorang tidak harus berlaku keras dan kasar. Apalagi untuk anak Anda yang sudah dilahirkan dan dirawat hingga sekian tahun. Cukup anak mengerti kesalahan yang telah diperbuat dan juga membuat anak Anda menyesal telah membuatmu marah.

Ada banyak cara menghukum anak agar anak Anda tidak tertekan dan tidak takut kepada Anda. Anda bisa menggunakan cara ini jika anak Anda melakukan hal yang tidak Anda sukai dan membuat Anda marah.

Menghukum Sesuai Porsinya

Jika anak Anda melakukan kesalahan yang tidak besar. Maka Anda juga harus melakukan hukuman yang setara dengan kesalahannya. Jangan sampai hukuman yang diberikan membuat anak Anda merasa sakit dan berpikiran bahwa Anda adalah orang tua yang sangat jahat.

Contohnya saja anak Anda yang telah melakukan kesalahan, harus menerima hukuman seperti membersihkan tempat tidurnya sendiri. Dengan demikian anak Anda tidak hanya menerima hukuman tetapi juga melakukan kegiatan positif.

Memberi 2 Pilihan

Memberi 2 pilihan kali ini tertuju antara terima dan tidak terima. Jika anak Anda harus menuruti perintah Anda maka ada suatu syarat yang harus Anda lakukan. Sama juga jika anak Anda tidak mau menuruti perintah Anda maka akan ada persyaratan.

Misalkan saja jika anak Anda menuruti perintah Anda maka syarat yang harus Anda lakukan yaitu membelikan sebuah hadiah untuknya. Tetapi jika anak tidak mau menuruti perintah Anda maka Anda juga bisa jadi tidak memberikan apa yang anak inginkan.

Jangan Terlalu Emosi Saat Memberi Hukuman

Seseorang bahkan hampir semuanya tidak bisa mengendalikan emosi. Maka dari itu para orang tua tidak diperbolehkan untuk menghukum anak saat emosi. Hal demikian untuk menghindari hal-hal yang negatif. Saat emosi pastinya tanpa sadar para orang tua akan bertindak keras dan kasar.

Maka dari itu berusaha sabar terlebih dahulu dan tahan emosi sesaat lalu mencoba untuk memperbaiki kesalahan anaknya. Tidak perlu dengan cara berteriak, Anda hanya perlu berbicara halus saja agar anak tidak tertekan.

Berbicara Antar Muka

Berbicara antar muka anak dan orang tua juga termasuk hukuman. Dengan cara ini maka anak akan merasa takut dan mengakui kesalahannya. Namun belum sepenuhnya anak Anda merasa menyesal. Pada cara ini, Anda harus bertanya mengapa anak Anda melakukan kesalahan tersebut.

Berbicaralah dengan suara yang halus dan usahakan selalu bertatap mata agar anak Anda juga menuruti aturan Anda. Dengan menggunakan cara ini mungkin anak Anda sudah mulai belajar menaati peraturanmu.

Mendiamkannya Kurang Lebih 2 Jam

Hukuman yang terakhir ini memang cukup sulit. Tidak ada orang tua yang mampu bertahan diam kepada anaknya. Terlebih lagi jika umur anak Anda masih kurang dari 5 tahun pasti akan sangat membutuhkan perhatian. Mendiamkan bukan berarti tidak mau mengurus dan memberi makan.

Namun Anda perlu berhenti berbicara dengan anak Anda. Dengan cara ini maka anak Anda akan berpikir bahwa ia telah melakukan kesalahan yang membuat orang tuanya kesal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *