Berbagai Penyebab Asam Urat Tinggi dan Cara Mengatasinya

4 min read

Berbagai Penyebab Asam Urat Tinggi dan Cara Mengatasinya

Penyakit asam urat tinggi saat ini dialami oleh banyak orang, sehingga penting diketahui apa saja yang menjadi penyebabnya serta bagaimana cara mengatasinya.

Penyakit asam urat atau penyakit gout atau sering juga disebut sebagai hiperuresemia merupakan suatu kondisi dimana terjadi penumpukan asam urat di dalam tubuh. Asam urat merupakan hasil pemecahan zat yang bernama purin.

Gejala dari penyakit asam urat antara lain yaitu rasa nyeri pada persendian, terutama kaki dan tangan. Selain nyeri, biasanya juga disertai dengan peradangan yang ditandai dengan adanya pembengkakan yang terjadi pada daerah sendi yang sakit.

Untuk mendeteksi asam urat tinggi, maka perlu dilakukan pemeriksaan sampel darah di laboratorium. Pada hasil pemeriksaan, asam urat dikatakan tinggi jika lebih dari 7,0 mg/dl untuk laki-laki, dan lebih dari 6,0 mg/dl untuk perempuan.

Ada 3 tahapan perkembangan penyakit asam urat. Tahap pertama (gout akut) ditandai dengan adanya peradangan dan nyeri secara tiba-tiba pada persendian yang biasanya akan hilang dengan sendirinya tanpa diobati dalam waktu 5-7 hari. Tahap kedua (gout akut intermiten) yang ditandai dengan sering kambuhnya serangan penyakit asam urat dalam jarak waktu yang cukup dekat.

Dan tahap ketiga (gout kronik) ditandai dengan penyakit asam urat yang menetap (selama lebih dari 10 tahun) dan terdapat benjolan-benjolan pada sendi yang mengalami radang.

Berbagai Faktor Penyebab Asam Urat Tinggi

Penyakit asam urat pada umumnya diderita oleh orang yang berusia 40 tahun ke atas, namun di jaman modern saat ini asam urat juga banyak diderita oleh mereka yang berumur lebih muda. Untuk mengantisipasi terjadinya penyakit asam urat, maka perlu diketahui penyebabnya. Faktor yang menjadi penyebab asam urat tinggi antara lain sebagai berikut:

1. Faktor genetik

Faktor genetik atau keturunan merupakan riwayat silsilah keluarganya apakah ada yang pernah menderita penyakit asam urat. Jika ada silsilah dalam keluarganya yang pernah menderita penyakit asam urat maka akan memperbesar risiko seseorang untuk menderita asam urat. Faktor ini memang tidak dapat dikendalikan, tetapi paling tidak sebagai detesi dini kewaspadaan penyakit dengan cara mengendalikan faktor pencetus yang lainnya.

2. Faktor usia

Semakin tua usia seseorang maka akan memperbesar risiko kemungkinan terkena asam urat tinggi. Hal ini dikarenakan organ tubuh manusia akan mengalami proses degeneratif atau penurunan fungsi seiring bertambahnya usia. Organ yang paling menentukan kemungkinan seseorang menderita asam urat atau tidak adalah ginjal.

Sebab organ inilah yang akan menyaring zat-zat yang berguna bagi tubuh untuk diserap dan mengeluarkan zat-zat yang tidak dibutuhkan (zat limbah dan racun) untuk dibuang keluar tubuh bersama urine. Asam urat sebenarnya merupakan zat limbah yang seharusnya dibuang. Namun karena fungsi ginjal yang menurun maka zat limbah ini tidak bisa dibuang secara sempurna.

3. Konsumsi makanan yang banyak mengandung zat purin

Asam urat tinggi dapat terjadi akibat penumpukan zat purin di dalam tubuh, sehingga ginjal sulit memecahnya secara sempurna. Akibatnya hasil pemecahan zat purin yang berupa asam urat ini tidak bisa dibuang keluar tubuh melainkan diserap kembali dan mengendap di berbagai jaringan tubuh. Makanan yang banyak mengandung purin antara lain yaitu jerohan, makanan yang berasal dari laut (seafood), kacang-kacangan, makanan yang banyak mengandung gula atau pemanis, alkohol, dan berbagai jenis minuman suplemen.

4. Berat badan berlebih

Berat badan berlebih atau obesitas dapat menyebabkan penurunan metabolisme tubuh. Hal ini juga berdampak pada kurangnya kemampuan tubuh khususnya ginjal untuk menyaring zat-zat yang seharusnya dibuang keluar tubuh termasuk asam urat. Selain itu tubuh yang gemuk juga dapat menyebabkan peredaran darah tidak lancar sehingga akan memperparah terperangkapnya kristal-kristal asam urat di berbagai persendian.

5. Menderita penyakit kronis

Beberapa penyakit kronis juga berhubungan dengan peningkatan kadar asam urat dalam tubuh. Penyakit tersebut antara lain yaitu tekanan darah tinggi, kencing manis/diabetes, penyakit jantung, penyakit ginjal, dan stroke. Selain itu faktor mengkonsumsi obat-obatan dalam jangka waktu yang lama yang biasa dilakukan olah orang yang menderita penyakit kronis juga dapat menjadi pemicu kenaikan asam urat.

6. Kurangnya aktifitas fisik atau olahraga

Orang yang jarang melakukan aktifitas fisik atau berolahraga lebih rentan untuk terkena asam urat tinggi. Hal tersebut dikarenakan orang yang jarang melakukan aktifitas fisik atau olahraga akan menyebabkan metabolisme atau reaksi kimia dalam tubuh kurang lancar, penyerapan dan pembuangan zat-zat dalam tubuh kurang optimal, dan peredaran darah juga dapat terhambat.

Cara Mengatasi Asam Urat Tinggi secara Alami

Untuk mengatasi penyakit asam urat, Anda dapat menggunakan berbagai obat dari bahan alami atau tradisional. Obat dari bahan alami selain ekonomis tentunya juga lebih aman karena tidak menimbulkan efek samping. Beberapa pilihan obat asam urat tinggi dari bahan alami antara lain sebagai berikut:

1. Daun Kumis kucing

Daun kumis kucing merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit asam urat. Kumis kucing mengandung zat orthosiphonin glikosida dan dieretik sehingga dapat merangsang pengeluaran asam urat melalui air kencing. Di samping itu juga mengandung zat sinsetin yang berfungsi untuk mencegah peradangan dan infeksi saluran kemih. Cara mengobati asam urat dengan daun kumis kucing ini adalah dengan cara merebus dan mengambil air rebusannya untuk diminum.

2. Daun salam

Daun yang sering digunakan sebagai bumbu dapur ini ternyata juga dapat digunakan untuk menyembuhkan asam urat. Daun salam mengandung flavanoid, tanin, dan minyak atsiri yang efektif untuk menurunkan kadar asam urat. Sama halnya dengan daun kumis kucing, cara mengkonsumsi daun salam adalah dengan cara direbus kemudian disaring untuk diambil airnya dan diminum secara teratur.

3. Teh hijau

Cara mengatasi asam urat tinggi yang berikutnya yaitu dengan menggunakan teh hijau. Teh hijau mengandung zat penting antara lain yaitu epigallocatechin-3-gallate, polifenol, vitamin E, vitamin C yang berperan untuk mencegah terjadinya peradangan sendi dan mengurangi penumpukan asam urat. Teh hijau dapat dikonsumsi sebagai minuman tanpa gula yang dapat juga digunakan untuk melangsingkan badan.

4. Daun sambiloto

Daun sambiloto merupakan jenis tanaman herbal yang kaya manfaat untuk kesehatan yang salah satunya untuk mengobati asam urat. Cara membuatnya adalah dengan cara direbus dan diambil airnya untuk diminum secara teratur. Daun sambiloto mengandung beberapa zat antara lain yaitu aldehid, keton, alkane, flavanoid, dan berbagai mineral penting seperti kalium, natrium, dan kalsium.

5. Mentimun

Mentimun merupakan buah yang mempunyai sifat sebagai diuretik yang berperan untuk merangsang pengeluaran air seni sehingga memicu pembuangan asam urat yang berlebih. Untuk mengobati penyakit asam urat, Mentimun dapat dikonsumsi secara langsung atau dapat juga dibuat juss.

6. Tomat

Tomat merupakan buah yang mempunyai kandungan vitamin C dosis tinggi yang berperan sebagai pelarut alami untuk menurunkan asam urat sekaligus untuk meredakan peradangan sendi. Selain itu tomat juga mengandung nutrisi penting lain seperti vitamin A, B1, B2, B3, C, kasium, besi, fosfor, kalium, natrium, serat, air, dan licopen.

Selain menggunakan obat alami seperti yang telah disebutkan di atas, hal yang tidak kalah penting agar terhindar dari asam urat tinggi adalah dengan menerapkan pola hidup sehat.

Pola hidup sehat yang dimaksud antara lain yaitu dengan menghindari makanan yang banyak mengandung lemak dan zat purin, berolahraga secara rutin, menjaga berat badan, menghindari kebiasaan merokok dan minum alkohol, banyak mengkonsumsi air putih, memperbanyak konsumsi buah-buahan, dan memeriksakan diri ke dokter secara rutin terutama bagi Anda yang mengidap penyakit kronis.

Walaupun secara umum penyakit ini tidak berbahaya, namun tentunya akan menyiksa bagi penderitanya dan dari beberapa penelitian orang yang menderita asam urat kinerja ginjalnya dapat menurun dikarenakan banyaknya timbunan asam urat yang berada di ginjal dalam waktu yang lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *