9 Gejala yang Muncul Akibat Kekurangan Tembaga Dalam Tubuh

3 min read

9 Gejala yang Muncul Akibat Kekurangan Tembaga Dalam Tubuh

Tembaga merupakan mineral esensial yang memainkan peran penting di dalam tubuh anda. Selain menjaga metabolisme yang sehat, nutrisi ini pun senantiasa mempromosikan tulang yang kuat serta memastikan agar sistem saraf anda tetap bekejar dengan baik.

Meskipun kekurangan mineral tembaga pada tubuh terbilang cukup jarang, tetapi pola makan dan gaya hidup di zaman sekarang masih bisa menempatkan anda pada kondisi yang satu ini. Parahnya, sekali anda mengalami defisiensi tembaga, maka bisa menyebabkan situasi yang lumayan berbahaya.

Terdapat pula berbagai macam penyebab seseorang mengalami kekurangan tembaga seperti penyakit celiac, operasi yang melibatkan sistem pencernaan, serta terlalu banyak mengkonsumsi zinc.

Ketika anda terkena kekurangan tembaga pada tubuh, munculah gejala yang mungkin tidak anda sadari sama sekali, beberapa diantaranya sudah kami paparkan di bawah ini secara lengkap.

1. Kelelahan dan Kelemahan

Meskipun banyak sekali kondisi kesehatan yang mendasarinya, kelelahan dan perasaan tubuh yang lemah dapat pula disebabkan oleh kekurangan kadar tembaga dalam tubuh.

Hal ini karena tembaga memainkan peran penting dalam menyerap zat besi dari dalam usus anda. Jadi jika kandungannya rendah, maka penyerapan zat besi pun akan menurun, sehingga bisa menyebabkan anda terkena anemia, atau sebuah kondisi yang membuat tubuh anda tidak mampu membawa oksigen ke jaringannya dengan cukup.

Kekurangan oksigen tersebut dapat berakibat pada lelahnya dan lemahnya tubuh anda. Bahkan pada beberapa penelitian terhadap binatang membuktikkan bahwa kekurangan tembaga bisa menjadi penyebab seseorang terkena anemia.

Ditambah lagi, sel-sel anda akan menggunakan tembaga untuk menghasilkan adenosine trifosfat (ATP), yaitu sumber utama energi pada tubuh. Artinya, kekurangan kadar tembaga dalam tubuh dapat mempengaruhi secara langsung terhadap tingkat energi anda.

2. Sering Sakit

Jika anda sering sekali jatuh sakit, kemungkinan besar anda tengah mengalami kekurangan kadar tembaga dalam tubuh. Hal ini karena tembaga memainkan peran penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh anda tetap sehat.

Tetapi ketika kadar tembaga anda rendah, maka tubuh anda akan berjuang keras untuk membuat sel-sel sistem imunitas tersebut. Kondisi ini kaan mengurangi sel-sel darah putih anda secara drastis, sehingga akan mengurangi kemampuan tubuh dalam melawan penyakit yang datang dari luar.

Bahkan penelitian sendiri telah memperlihatkan bahwa kekurangan tembaga dapat mengurangi produksi neutrofil secara drastis, yang merupakan sel darah putih dan bertindak sebagai sistem pertahanan pertama tubuh anda.

Untungnya, dengan mengkonsumsi makanan sumber tembaga, maka mampu membalikkan kondisi yang satu ini.

3. Tulang Lemah dan Rapuh

Osteoporosis merupakan sebuah kondisi yang ditandai dengan tulang lemah dan rapuh. Tingkat resiko dari penyakit ini akan terus meningkat seiring dengan berjalannya usia anda, terutama jika anda memiliki kadar rendah tembaga dalam tubuh.

Seperti misalnya, dalam sebuah analisa terhadap 8 penelitian yang melibatkan sebanyak 2.100 orang menemukan bahwa mereka yang menderita osteoporosis cenderung memiliki kadar tembaga lebih rendah dibandingkan dengan orang dewasa yang sehat.

Tembaga sendiri terlibat dalam sebuah proses penciptaan hubungan silang di dalam tulang anda. Secara sederhananya, kondisi ini dapat memastikan agar tulang anda tetap sehat dan kuat.

Ditambah lagi, tembaga akan merangsang tubuh anda untuk membuat lebih banyak osteoblast, atau sejenis sel yang membantu membentuk kembali dan memperkuat jaringan tulang anda.

4. Masalah Mengingat dan Belajar

Kekurangan tembaga dalam tubuh juga bisa membuat anda kesulitan dalam belajar dan mengingat hal-hal baru, karena mineral ini pun ternyata sangatlah memainkan peran penting terhadap fungsi otak dan perkembangannya.

Mineral tembaga akan digunakan oleh enzim tubuh demi membantu meningkatkan pasokan energi ke otak, sehingga senantiasa membantu sistem pertahanan otak dan menyampaikan sinyal-sinyal yang dihasilkannya mengalir ke seluruh tubuh anda.

Sebaliknya, kekurangan tembaga telah terkait dengan berbagai macam penyakit yang melibatkan perkembangan otak, atau mempengaruhi kemampuan anda dalam belajar dan mengingat, seperti misalnya penyakit Alzheimer.

Menariknya, sebuah penelitian memperlihatkan bahwa para penderita Alzheimer cenderung memiliki lebih sedikit tembaga dalam otak mereka hingga 70%, dibandingkan dengan orang-orang yang sehat.

5. Kesulitan Berjalan

Kesulitan berjalan akibat kekurangan tembaga sangatlah berbeda dengan mereka yang memiliki encok di kaki. Enzim dalam tubuh anda senantiasa menggunakan tembaga demi menjaga kesehatan sumsum tulang belakang agar tetap optimal, sehingga sinyal dapat diteruskan antara otak dan tubuh anda.

Tetapi bagi anda yang tengah kekurangan kadar tembaga dalam tubuh, maka enzim tersebut akan kehilangan keefektifannya dalam melakukan tugasnya tersebut. Faktanya, penelitian pada hewan telah menemukan bahwa kekurangan tembaga dapat mengurangi isolasi sumsum tulang belakang hingga sebanyak 56%.

Aktivitas berjalan anda sangatlah diatur oleh sinyal-sinyal yang mengalir diantara otak dan tubuh anda. Dikarenakan sinyal tersebut telah terpengaruh secara negatif, maka tubuh anda pun akan kehilangan koordinasinya dan mengalami ketidakstabilan.

6. Sensitif Terhadap Dingin

Tembaga bersama dengan jenis mineral lainnya – seperti zinc – selalu membantu menjaga fungsi kelenjar tiroid anda tetap optimal. Hal ini terlihat dari sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa kadar T3 dan T4 pada hormon tiroid sangatlah terkait erat dengan kadar tembaga pada tubuh.

Ketika kadar tembaga dalam darah anda rendah, maka hormon tiroid anda pun akan turun drastis. Sebagai hasilnya, kelenjar tiroid anda tidak akan bekerja secara efektif.

Mengingat kelenjar tiroid anda bertanggung jawab dalam mengatur metabolisme dan produksi panas, maka kadarnya yang rendah bisa memperlambat proses metabolisme tersebut dan anda pun akan lebih sensitif terhadap suhu dingin.

7. Kulit Pucat

Warna kulit anda sebenarnya sangatlah ditentukan oleh pigmen melanin. Artinya, mereka yang memiliki warna kulit lebih putih dan cerah cenderung memiliki kadar pigmen melanin yang lebih sedikit.

Menariknya, tembaga seringkali digunakan oleh enzim tubuh untuk menciptakan melanin. Dengan begitu, kekurangan tembaga pun bisa mempengaruhi produksi pigmen melanin tersebut sehingga kulit anda pun akan nampak lebih pucat dari biasanya.

8. Rambut Beruban Sebelum Waktunya

Sama halnya seperti warna kulit, warna rambut anda pun ditentukan oleh kadar melanin. Mengingat rendahnya kadar tembaga bisa mempengaruhi melanin anda, maka kekurangan mineral tersebut pun bisa menyebabkan rambut anda beruban sekalipun anda masih berusia muda.

Meskipun penelitian antara hubungan melanin dan tembaga sudah banyak dilakukan, tetapi penelitian terhadap rambut beruban membutuhkan lebih banyak bukti yang akurat.

9. Kebutaan

Mungkin ini adalah salah satu gejala paling fatal akibat kekurangan tembaga dalam tubuh, dan biasanya terjadi dalam jangka panjang.

Tembaga dalam tubuh anda akan digunakan oleh berbagai macam jenis enzim di tubuh sehingga memastikan agar sistem saraf anda pun bekerja dengan benar. Artinya, kekurangan tembaga dapat mengacaukan sistem saraf dan berakibat fatal terhadap berbagai macam kondisi tubuh, termasuk kehilangan penglihatan secara permanen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *