9 Efek Buruk Mengkonsumsi Minuman Manis Bersoda

3 min read

9 Efek Buruk Mengkonsumsi Minuman Manis Bersoda

Gula sangatlah manis dan membuat kita ketagihan, tetapi jika dikonsumsi dalam jumlah yang besar, maka bisa memberikan efek buruk terhadap kesehatan anda, terutama minuman bersoda dengan kadar gula yang tinggi di dalamnya.

Sayangnya, minuman bersoda sudah menjadi salah satu jenis yang paling banyak dikonsumsi oleh penduduk dunia, terbukti dengan lebih banyaknya tersedia di warung-warung dan mini market dengan berbagai macam merk dan bentuk.

Padahal tanpa kita sadari, minuman bersoda tersebut sudah termasuk ke dalam jenis racun bagi tubuh karena telah terbukti bisa mendatangkan berbagai macam penyakit berbahaya, terutama obesitas dan diabetes tipe-

Tak hanya itu saja, minuman bersoda dan bergula pun bisa memberikan efek dan dampak buruk bagi siapa saja yang mengkonsumsinya dalam jumlah besar. Mengkonsumsi 2 porsi atau lebih per minggunya sudah bisa disebut dengan dosis tinggi. Jika anda membiarkan kebiasaan buruk tersebut, anda pun akan mengalami beberapa hal mengerikan seperti di bawah ini.

Meningkatkan Berat Badan

Bentuk peling umum dari gula tambahan (sukrosa atau gula meja) merupakan gula sederhana dengan kadar fruktosa yang sangat tinggi di dalamnya. Fruktosa tersebut cenderung tidak mengurangi kadar hormon perasaan lapar “ghrelin” sehingga anda pun tidak akan merasa pernah cukup minum minuman bersoda sebanyak apapun anda mengkonsumsinya.

Jadi tak heran jika asupan kalori anda semakin meningkat tanpa anda sadari dan bisa merusak pola makan anda yang sehat sekaligus berpotensi meningkatkan berat badan anda secara drastis.
Dalam sebuah penelitian menemukan bahwa orang-orang yang doyan mengkonsumsi minuman manis bersoda cenderung meningkatkan asupan kalori mereka sebanyak 17% tanpa mereka sadari.

Sementara efeknya pada anak-anak bahkan lebih parah, yaitu bisa meningkatkan kemungkinan terkena obesitas hingga 60%. Fakta mengerikan menyebutkan bahwa minuman manis bersoda telah menjadi biang kerok utama orang-orang terkena kegemukan di zaman modern saat ini.

Menumpuk Lemak di Hati

Gula meja (sukrosa) biasanya terdiri dari dua jenis molekul utama, yaitu glukosa dan fruktosa, dimana keduanya memiliki efek yang berbeda terhadap tubuh anda.

Glukosa sendiri dapat dimetabolisme oleh setiap sel-sel di dalam tubuh anda, tetapi berbeda dengan fruktosa yang hanya mampu dimetabolisme oleh hati anda saja.

Parahnya, jenis gula dari minuman bersoda kebanyak berjenis fruktosa, sehingga bisa membuat hati anda dipenuhi oleh gula dan berubah menjadi lemak jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Beberapa lemak tersebut kemudian akan diangkut ke dalam trigliserida darah anda, dan sisanya akan tetap mengendap di hati. Dalam jangka panjang, anda pun beresiko terkena sebuah penyakit yang dikenal dengan sebutan “penyakit hati berlemak non-alkohol”.

Mengakumulasi Lemak Perut

Tidak hanya membuat anda mengalami kenaikan berat badan secara drastis, fruktosa juga bisa mengakumulasi lemak yang menumpuk di perut anda. Lemak yang seringkali disebut sebagai “visceral” tersebut pun bisa mendatangkan berbagai macam penyakit berbahaya, sembari membuat perut anda nampak buncit tidak menawan.

Kelebihan lemak perut sudah dikaitkan sangat erat dengan meningkatnya resiko seseorang terkena diabetes tipe-2 dan penyakit jantung.

Menyebabkan Resistensi Insulin

Hormon insulin anda bertugas dalam mengangkut glukosa dari dalam darah ke dalam sel-sel anda untuk digunakan sebagai energi. Tetapi ketika anda mengkonsumsi minuman manis bersoda, maka sel-sel anda akan kurang sensitif terhadapnya.

Ketika ini terjadi, pankreas anda akan lebih banyak memproduksi hormon insulin demi menghilangkan glukosa yang membandel di dalam aliran darah anda tersebut, sehingga kadar insulin anda pun akan meningkat tajam.

Dalam jangka panjang, anda pun beresiko terkena resistensin insulin, yaitu sebuah kondisi yang telah menjadi biang keladi seseorang menderita diabetes tipe-2 dan penyakit jantung.

Tidak Mendapat Cukup Nutrisi

“Jangan jajan sembarangan”. Itulah nasehat yang seringkali kita dengar dari orang tua. Nasehat tersebut tentunya tidak datang tanpa alasan, karena tidak semua makanan diciptakan setara.

Maka dari itulah muncul istilah “superfood” dan “junk-food”. Superfood mengacu pada makanan yang padat gizi, sehingga sedikit pun anda mengkonsumsinya, maka bisa memberikan sejuta manfaat kesehatan terhadap tubuh anda.

Sementara junk-food hampir sama sekali tidak mengandung nutrisi apapun. Jadi tak heran sebanyak apapun anda mengkonsumsinya, seringkali anda tidak merasakan efek positif dan malah mendatangkan penyakit.

Makanan bisa disebut menyehatkan jika mengandung beberapa jenis gizi termasuk karbohidrat dengan indeks glikemik rendah, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral. Jika anda menemukan sejenis minuman yang hanya menyediakan gula dan kalori saja, alangkah baiknya untuk dihindari seperti halnya minuman manis bersoda.

Menyebabkan Resistensi Leptin

Selain insulin, tubuh anda pun beresiko mengalami resistensi terhadap leptin jika mengkonsumsi minuman manis bersoda dalam jumlah besar. Leptin sendiri merupakan sejenis hormon yang diproduksi oleh sel-sel lemak tubuh anda. Fungsinya untuk mengatur sejumlah kalori yang dimakan dan dibakar.

Kadar leptin tersebut pun akan berubah menyesuaikan tubuh sebagai respon terhadap perasaan lapar dan kenyang. Artinya, jika tubuh anda merasa resisten terhadapnya, maka anda pun beresiko memiliki peningkatan lemak di tubuh.

Untungnya, penelitian menyebutkan bahwa mengatasi resistensi leptin tidak sesulit anda menyembuhkan resistensi terhadap insulin. Cukup dengan menghindari asupan minuman manis bersoda secara total, maka sensitivitas leptin anda akan kembali normal. .

Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung

Asupan gula sudah lama sekali dikaitkan dengan dengan penyakit jantung. Serangan tersebut bisa datang dengan berbagai macam cara, dimulai dari meningkatkan gula darah, trigliserida darah, hingga partikel kolesterol jahat LDL.

Bahkan dalam sebuah penelitian yang dilakukan selama 20 tahun dan melibatkan sebanyak 40 ribu pria menemukan bahwa mereka yang mengkonsumsi 1 gelas minuman manis bersoda per hari lebih mungkin terkena resiko penyakit jantung dan meninggal akibat serangan jantung sebanyak 20%, dibandingkan dengan mereka yang tidak atau jarang mengkonsumsinya.

Meningkatkan Resiko Kanker

Kanker juga bisa datang secara beriringan dengan beberapa jenis penyakit kronis lainnya, seperti obesitas, diabetes tipe-2, dan penyakit jantung. Untuk alasan inilah, mengkonsumsi minuman manis bersoda yang sudah menjadi biang keladi dari penyakit di atas bisa pula membuat anda terkena kanker ganas mematikan.

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan di lebih dari 60 ribu orang dewasa menemukan bahwa mereka yang mengkonsumsi 2 atau lebih minuman manis bersoda per minggu lebih mungkin mengembangkan kanker kronis hingga 87%.

Mengingat persentase angka tersebut sangatlah tinggi, jadi alangkah baiknya untuk membatasi asupan minuman bersoda hingga 1 porsi per minggu, atau menghindarinya sama sekali demi kesehatan anda dalam jangka panjang.

Meningkatkan Resiko Encok

Encok atau gout merupakan kondisi medis yang ditandai dengan peradangan dan rasa sakit di area sendi, terutama di jempol kaki anda. Penyakit ini muncul ketika kadar asam urat yang tinggi di tubuh berubah mengkristal. Penyebabnya bisa berbagai macam jenis, salah satunya karbohidrat yang datang dari fruktosa.

Dalam sebuah penelitian jangka panjang menyebutkan bahwa minuman bersoda bisa meningkatkan resiko encok sebanyak 75% bagi wanita dan 50% bagi pria.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *